(10TH) TARGET : The Memory

13

.

P R E V I O U S : TEASER 1TEASER 2 | 1ST : FIRST MEETING |2ND : THE BEAUTIFUL TARGET | 3RD : FIRST MISSION | 4TH : THE MEMORIES | 5TH : FAILED MISSION | 6TH : BETWEEN HE AND HIM | 7TH : HEART BEATS | 8TH : THE COMPLICATED | 9TH : THE THREAT | 10TH : THE MEMORY

.

10TH TARGET (The Memory) fanfiction by FOURSIX97

main casts CHO KYUHYUN and IM YOONA

casts DONGHAE JESSICA SEOHYUN SEHUN SOOYOUNG and EUNHYUK

genre ROMANCE AU SAD FRIENDSHIP and COMEDY

rating GENERAL

.

T A R G E T

10th | The Memory

 .

 .

Seoul International Hospital..

Gadis itu tampak sibuk membersihkan kamar inap VVIP tersebut. Mengganti bunga lily yang layu tersebut dengan yang baru. Langkahnya perlahan menuju jendela, menyibakkan gorden berwarna putih tulang tersebut dan membuka jendelanya, membiarkan pertukaran udara terjadi.

Kali ini gadis itu berbalik, lalu berjalan mendekati seorang laki-laki yang masih tertidur dengan damainya di atas ranjang. Gadis itu kemudian duduk di kursi yang terletak di samping ranjang tersebut. Tersenyum tipis memandangi laki-laki itu.

“Donghae-ya..” ucapnya sembari meraih tangan kanan Donghae, menciumnya sebentar lalu mengusap punggung tangannya. “Kapan kau akan bangun?”

+  +  +

Cho’s House..

Ya! Cho Kyuhyun! Sampai kapan gadis bodoh itu jatuh cinta padamu, ha?” bentakan keras Cho Jongil itu mampu membuat Kyuhyun terhenyak. Laki-laki itu mendongak dan mengepalkan tangannya emosi.

Appa.. semuanya butuh proses. Aku tak bisa sedetik membuatnya langsung jatuh cinta padaku. Beri aku waktu beberapa hari lagi untuk bisa menaklukan hatinya sepenuhnya,” jawab Kyuhyun yang membuat Jongil terdiam.

“Ya.. ya.. aku tahu semua itu butuh proses. Tapi asalkan kau tahu saja, Kyuhyun-ah, kau lama sekali membuatnya bertekuk lutut padamu,” Jongil menyesap kopi-nya sedikit, melirik putranya lagi, “sedangkan aku sudah tak sabar ingin membalaskan dendamku.”

“Beri aku waktu sebentar lagi, dan aku akan membereskan semuanya,” jawab Kyuhyun. Jongil menatap manik mata putranya itu, menelisik kesungguhan di sana dan ia menemukannya.

“Baiklah, seminggu. Ku beri waktu seminggu.”

+  +  +

“Selamat pagi, nona Im..”

Yoona berbalik cepat mendengar suara bass itu, matanya membesar menatap sesosok laki-laki dengan kemeja abu-abu yang lengannya di tekuk hingga siku, tersenyum manis ke arahnya, dan itu membuat jantungnya entah kenapa berdebar begitu cepat.

“Kyuhyun..” gadis itu melepaskan selang airnya –yang baru saja di gunakannya untuk menyiram tanaman mawar di taman belakang rumah mewahnya— lalu berjalan mendekat ke arah Kyuhyun.

“Ada apa pagi-pagi sekali seperti ini kau datang kemari?”

Kyuhyun menghilangkan senyumannya, berpura-pura cemberut, “tidak boleh?”

“Bukannya begitu. Hanya saja, aneh melihatmu pagi-pagi sudah rapi berada di sini,” Yoona menatap penampilan Kyuhyun dari atas ke bawah, “ngomong-ngomong, kau mau ke mana? Kelihatannya rapi sekali.”

“Menurutmu?”

“Yah.. aku paling membenci Kyuhyun yang menjawab pertanyaan dengan pertanyaan seperti itu,” keluh Yoona sembari melipat dua tangannya di depan dada. Menatap Kyuhyun dengan tatapan malas.

Kyuhyun terkekeh, “tentu saja mengajakmu jalan-jalan, nona. Kau pikir apa lagi?”

Mwo? Jalan-jalan? Ke mana?”

“Ke manapun yang kau suka, aku akan menurutinya,” Yoona tersenyum lebar.

“Baiklah!” gadis itu berseru senang, “kalau begitu kau tunggulah di ruang tengah. Biarkan aku mengganti bajuku sebentar. Arraseo?”

Arraseo-yo, tuan putri..”

+  +  +

Kyuhyun tersenyum lebar, sesekali melirik Yoona di sampingnya yang hari ini tampak bersemangat.

Ia tahu jelas bahwa di hari libur seperti ini, Yoona di larang keluar rumah oleh ayahnya, dan gadis itu paling-paling hanya akan menyirami bunga kesayangannya untuk menghabiskan waktu panjangnya itu.

Ya.. wajar saja anak itu tak di perbolehkan keluar rumah oleh ayahnya. Im Kangta –ayah Yoona— jelas masih memikirkan kemungkinan-kemungkinan apa yang akan terjadi bila anak itu di perbolehkan keluar. Mungkin saja di bunuh oleh musuhnya –Cho Jongil?

“Mmm.. kita mau ke mana, Kyuhyun-ah? Taman kota? Lotte World? Mmm.. pusat perbelanjaan terkenal? Toko bunga? Toko buku? Atau.. restoran dengan makanan enak? Atau….”

“Ya-ya-ya, berhentilah mengoceh, Im Yoona. Aku pusing ingin mengendarai mobilku ke mana,” Kyuhyun melirik Yoona sebentar, sedangkan gadis itu langsung terdiam, bukan marah, hanya saja memikirkan ke mana tempat yang akan mereka kunjungi.

“Bagaimana jika—”

“—bermain sky?” sela Kyuhyun cepat seolah bisa membaca pikiran Yoona. Gadis itu menoleh ke arah Kyuhyun, menganggukkan kepalanya semangat dan tersenyum lebar.

“Kau pintar, Kyuhyun-ah!”

Kyuhyun tersenyum tipis, sebentar, lalu menoleh sebentar ke arah Yoona, “ya! Siapa yang menyuruhmu memanggilku langsung dengan nama begitu? Kau pikir kau itu lebih tua dariku? Panggil aku ‘oppa’!” perintah Kyuhyun. Yoona mendengus.

“Tidak mau. Kau itu lebih cocok di panggil ‘ahjussi’ atau ‘haraboji’ sekalian saja,” ucap Yoona yang mendapat tatapan menusuk dari Kyuhyun, “Aish.. arraseo.. oppa. Kyuhyun-oppa,” ucap Yoona dengan penekanan setiap katanya.

Kyuhyun tersenyum, “begitu baru benar.”

+  +  +

Sky Resort..

“Kemarikan tanganmu, bodoh,” seru Kyuhyun sembari mengulurkan tangannya pada Yoona yang tampaknya kesulitan bermain sky. Yoona mendongak, menepis tangan Kyuhyun yang sudah terulur beberapa kali itu untuk membantunya.

“Aish, sudah ku bilang aku bisa sendiri. Waktu kecil aku sangat ahli bermain sky. Jangan meremehkanku, tuan angkuh,” ucap Yoona sembari berusaha meluncur sedikit, dan sialnya ia terpeleset dan jatuh.

“Nah, apa ku bilang tadi. Kau itu payah,” Kyuhyun mendekati Yoona, membantu gadis itu berdiri lalu ikut menepuk-nepuk lengan kiri Yoona yang terkena salju buatan tersebut.

“Ish, menyebalkan,” Yoona merengut lucu, “aku lupa caranya bermain. Ajari aku.”

Kyuhyun menyeringai kecil, laki-laki itu kemudian menempatkan diri berdiri di hadapan Yoona, lalu menggenggam kedua tangan gadis itu dengan dua tangannya dan mulai ber-sky, perlahan.

Yoona tersenyum lebar, mengeratkan genggamannya di tangan Kyuhyun sembari menggerakkan kakinya perlahan, beberapa menit gadis itu dalam posisi seperti itu, hingga ia yakin, “coba lepas peganganmu, Kyu.”

Kyuhyun menurut. Laki-laki itu melepas genggamannya di tangan Yoona dan membiarkan gadis itu bermain sky sendiri. See? Baru berapa menit saja Kyuhyun mengajarkan Yoona, gadis itu tampaknya sudah bisa bermain sky, yah.. meskipun masih sedikit payah, tapi setidaknya lebih baik dari yang tadi.

“Aku bisa! Hei, tuan angkuh! Lihat, aku bisa!”

Kyuhyun menyeringai menatap Yoona lalu mengangkat kedua ibu jarinya, dan sedetik berikutnya laki-laki itu turut bermain sky bersama gadis itu.

+  +  +

“Pengemudi sedan hitam tadi.. tampaknya sengaja ingin menabrakmu.”

Perkataan Eunhyuk tempo hari itu jelas masih bersarang lekat di ingatan Sooyoung. Entah kenapa ia begitu penasaran dengan pengemudi sedan hitam tersebut.

Kira-kira ia pernah memiliki masalah apa hingga ada seseorang yang ingin menabraknya seperti itu? Rasanya ia hanya memiliki masalah dengan Kyuhyun, yah.. ancamannya tempo hari itu di café.

Tapi mungkinkah orang itu Kyuhyun?

Sooyoung mendengus sebal, lalu meraih ponselnya cepat, menekan layarnya beberapa kali sebelum pada akhirnya mendekatkannya di telinganya, menunggu orang di seberang mengangkat panggilan teleponnya.

“Yeoboseyo?”

Yeoboseyo, Eunhyuk-ah? Bisakah hari ini kita bertemu di Kona Beans Café? Ada yang ingin ku bicarakan denganmu.”

+  +  +

Omona.. kau itu benar-benar tahu semua tempat yang indah, Kyuhyun-ah!”

“Ck. Oppa,” ralat laki-laki itu sembari mendengus. Yoona berbalik sebentar, kemudian tersenyum dan kembali berbalik, melanjutkan langkahnya menyusuri pinggiran pantai, sedangkan Kyuhyun terus saja mengikutinya dari belakang.

“Pantai ini benar-benar lebih indah dari pantai yang kita kunjungi terakhir kali itu, Kyuhyun…. –oppa,” Yoona menunduk sebentar, tampak sedikit malu memanggil Kyuhyun dengan sebutan itu. Kyuhyun tersenyum.

“Gadis pintar,” Kyuhyun mengacak rambut Yoona pelan, lalu merangkul bahu gadis itu, menatap matahari yang mulai tenggelam. “Lihat, sunset di pantai ini benar-benar indah, kan?”

Yoona menoleh, bersamaan dengan Kyuhyun. Keduanya tersenyum.

Senyum Yoona sedikit memudar seiring wajah Kyuhyun yang mulai mendekat ke arahnya, di tambah mata Kyuhyun yang keduanya tertutup rapat. Akankah….?

Mata Yoona membelalak lebar merasakan sesuatu yang lembut dan basah menyentuh bibirnya.

“K- Kyuh—”

Kyuhyun menarik pinggang Yoona mendekat, “aku mencintaimu,” ucap Kyuhyun di tengah-tengah kegiatannya, membuat gadis itu tersenyum.

“Aku- juga— mencintaimu.”

+  +  +

Snow Blue Café..

Gadis cantik dengan rambut panjang yang di biarkan tergerai itu menatap layar ponselnya lebih teliti, lalu kembali menghela napas kasar dan dengan cepat menyeruput chocolate float-nya sedikit, kembali menekuri ponselnya.

“Tak sadar dengan kehadiranku, nona?”

Gadis itu tersentak. Tangannya menaruh ponselnya di meja asal dan kemudian mendongak. Kaget lagi melihat seorang laki-laki yang entah sejak kapan sudah duduk persis di hadapannya.

“Sejak kapan kau berada di sini?” tanya gadis itu sedikit sinis.

“Sejak kau memperhatikan ponselmu dengan kesal tadi sepertinya,” jawab laki-laki itu sembari tersenyum manis, lalu memanggil pelayan dan memesan vanilla late.

“Ish, kau menguntitku ya?”

“Kalau iya, memangnya kenapa?” gadis itu membelalak. Ia tak menyangka bahwa laki-laki di depannya itu akan menjawab seperti itu.

Sejenak mereka terdiam saat pelayan tadi kembali dan meletakkan vanilla late pesanan laki-laki itu, kemudian kembali melenggang pergi. Sedangkan laki-laki tadi langsung meminum vanilla late-nya hingga habis setengah.

“Bisakah kau pindah? Tempat duduk di café ini masih banyak.”

“Hmm?” laki-laki itu menatap beberapa meja yang masih kosong di sekitarnya, lalu kembali memandang gadis di depannya, “sepertinya duduk di sini lebih baik. Lagi pula aku malas pindah ke tempat duduk lain.”

“Baiklah, kalau begitu aku yang pindah,” gadis itu membereskan barang-barangnya, lalu berdiri. Laki-laki itu tersenyum yang kemudian berubah menjadi seringaian kecil saat gadis itu bersiap berpindah tempat duduk.

“Kau.. kemarin sengaja ingin menabrak Choi Sooyoung. Benar kan, nona Seohyun?”

+  +  +

Seoul Park Center..

“Woaah, ice cream!” seru Yoona sembari meraih es krim yang di sodorkan Kyuhyun. Gadis itu tersenyum lebar lalu mulai memakan es krimnya dengan lahap, sedangkan Kyuhyun di sampingnya hanya tersenyum memandang gadis itu sembari menyesap cokelat hangatnya.

“Enaknya..”

Kyuhyun menoleh cepat, memandang bingung cup es krim yang telah kosong tak bersisa, “es krim-mu sudah habis?” Yoona mengangguk bangga, “kenapa kau makan begitu cepat, huh? Apa kau lapar lagi?”

Yoona terkekeh, tentu saja ia masih sangat kenyang, mengingat baru beberapa menit yang lalu mereka makan malam di restoran sea food. Maklum saja, es krim adalah makanan kesukaan Yoona, jadi biarpun gadis itu sudah kenyang, ia akan memaksakan diri untuk tetap memakan es krim tersebut.

“Lain kali aku akan membelikan es krim lengkap dengan mobil box-nya saja kalau begitu,” ucap Kyuhyun yang membuat Yoona tertawa lebar.

“Kyuhyun-ah?”

“Yak! Aish, sampai kapan aku harus mengingatkanmu untuk memanggilku ‘oppa’, huh?” Kyuhyun mengerucutkan bibirnya kesal, sedang Yoona hanya tersenyum tanpa dosa sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Maaf, aku lupa, lagi pula..” Yoona melirik Kyuhyun sebentar, “..lagipula aneh saja memanggilmu ‘oppa’. Bagaimana kalau ‘Kyuhyunnie’? Kelihatannya terdengar lucu?”

“Hmm.. baiklah kalau begitu, dan aku akan memanggilmu ‘Yoongie’,” Kyuhyun tersenyum, sedangkan Yoona mengangguk saja mendengar pernyataan Kyuhyun.

“Yoong?”

“Ya?”

Mendadak Kyuhyun terdiam sebentar, laki-laki itu mengusap kedua telapak tangannya, lalu melirik Yoona, “masihkah kau membenci, err.. Jessica?”

Yoona menoleh cepat, ‘Jessica?’

Sejujurnya ia sudah tak memiliki rasa benci atau kesalpun pada gadis itu. Rasanya, ia rela saja jika Donghae bersama gadis itu. Rasanya, ia tak peduli lagi gadis itu mau berbuat hal apa saja pada Donghae. Hatinya kelihatannya begitu rela. Entah karena apa. Atau mungkin karena sudah ada pengganti Donghae di hatinya? Kyuhyun? Entahlah.

“Hei? Masihkah?” Kyuhyun mengulang pertanyaannya.

“Kalau.. tidak, kenapa?”

Kyuhyun menghela napas lega, laki-laki itu lalu tersenyum tipis, “syukurlah jika kau sudah tak membencinya.”

“Memangnya kenapa?”

“Bisakah kau meng-ikhlaskan Donghae untuk Jessica?” tanya Kyuhyun tak mempedulikan pertanyaan Yoona tadi. Gadis itu mengernyit, lalu memandang arah lain. Ia.. kenapa rasanya ikhlas sekali? Membiarkan Donghae untuk menjadi milik Jessica.

“Ya, tentu saja aku bisa. Memangnya Donghae siapa? Kekasihku?” Yoona tersenyum lebar bersamaan dengan ucapannya, “lagi pula aku sudah memilikimu. Untuk apa aku masih mengikat Donghae?”

Kyuhyun menyeringai, entah kenapa ia merasa tugasnya sebentar lagi akan berakhir –membalas dendam— hanya karena mendengar penuturan Yoona tadi.

“Ya, kau sudah memilikiku.”

+  +  +

Seoul International Hospital..

“Donghae, kau harus bertunangan dengan Jessica!” pekikan pria paruh baya itu membuat laki-laki muda di hadapannya mendongak, menatapnya kesal.

“Tidak akan, appa. Aku sudah memiliki Yoona dan aku hanya akan menikahi gadis itu, tidak pada gadis lain meskipun itu pilihan appa,” ucap Donghae tegas. Laki-laki yang di panggil ‘appa’ oleh Donghae itu mengepalkan tangan kesal.

“Kau pikir Yoona itu gadis baik-baik untukmu, ha? Jelas-jelas hanya Jessica yang terbaik untukmu. Dia putri tuan Jung, pemilik perusahaan Jung yang bekerja sama dengan perusahaan kita.”

“Lalu apa hubungannya dengan hal itu, ha? Yoona juga putri salah satu perusahaan besar di Korea. Im Corp. Apa lagi yang kurang?”

Tuan Lee menggeram kesal, “kau pikir aku akan mengingkari janji yang telah ku buat dengan ayah Jessica beberapa tahun lalu, huh? Perjanjian tetap perjanjian. Kau di jodohkan dengan Jessica dan dua minggu lagi kau akan bertunangan dengannya.”

APPA!”

“Buang jauh-jauh perasaan cintamu terhadap Yoona. Dan mulai sekarang belajarlah menerima Jessica dan menyayanginya. Karena gadis itu adalah istrimu kelak, Lee Donghae.”

+

Donghae menatap para tamunya kesal, lalu menghembuskan napas panjang dan menyematkan cincin pertunangan di jari manis Jessica. Kembali memasang senyum palsu pada para tamunya.

Kali ini giliran Jessica, gadis itu menyematkan cincin di jari manis Donghae. Tersenyum lebar tanpa beban karena memang inilah yang ia inginkan. Bertunangan dengan seorang Lee Donghae, si teman kecilnya yang sejak dulu ia idolakan.

Riuh tepuk tangan para tamu undangan terdengar sangat indah, mengakhiri penyematan cincin antara Lee Donghae dan Jessica Jung.

“Setelah acara ini selesai, aku ingin bicara padamu sebentar, Jess.” Bisik Donghae yang di iya-kan dengan anggukan Jessica dan serangkaian pertanyaan yang sudah bersarang di kepala Jessica.

+

Dua orang itu duduk di salah satu bangku yang berada di taman belakang hotel berbintang itu –tempat mereka bertunangan tadi.

Jessica menolehkan kepalanya ke kanan, menatap sosok Donghae dengan dua tangan saling mengait yang menumpu pada lututnya, sedangkan dagunya ia sandarkan di dua tangannya yang saling mengait tersebut.

“Jadi, apa yang ingin kau—”

“Aku masih mencintai Yoona,” sela Donghae cepat sembari menegakkan tubuhnya. Laki-laki itu menatap Jessica yang teramat kaget. “Selama aku berkuliah di sini, hubunganku dengannya baik-baik saja, meskipun kami terhalang jarak yang tak bisa di bilang dekat. Sampai sekarang masih. Hubungan kami masih berjalan dengan baik.”

Degupan jantung Jessica semakin cepat, rasanya ia ingin menangis karena merasakan seperti ribuan jarum menusuk hatinya, sakit.

“Kau tidak—”

“Tidak. Aku tak memberitahunya soal pertunangan dan perjodohan ini,” lagi-lagi Donghae menyela. Laki-laki itu kemudian meraih tangan Jessica, menggenggamnya erat sembari menatapnya sayu. Sedangkan gadis itu terlihat bingung memandangi tangan Donghae yang menggenggam tangannya.

“Ku mohon. Bantu aku untuk kabur dari perjodohan ini. Asal kau tahu saja, aku sama sekali tak dapat meninggalkan Yoona. Ia satu-satunya gadis yang mampu membuatku bahagia, dan aku sangat merasa beruntung memiliki gadis sesempurna Yoona. Ku mohon, bantu aku, Jess.”

Jessica diam, tak dapat berkata-kata.

Haruskah ia menyakiti hatinya sendiri jika ia mengatakan bahwa ia akan membantu Donghae lepas dari perjodohan tolol ini? Sama saja dengan ia membunuh diri secara perlahan. Ia sangat mencintai laki-laki itu. Jauh sebelum laki-laki itu bertemu dengan Yoona.

Tapi bukankah cinta tak harus memiliki? Apa ia juga rela mengorbankan kebahagiannya hanya untuk Donghae? Hanya untuk sosok laki-laki yang selama ini tidak peka mengenai perasaan yang di simpannya pada laki-laki itu?

“Kau mau membantuku, kan, Jess?” Donghae mengeratkan genggamannya, “kita sahabat. Bukankah sahabat akan saling membantu?”

Jessica mendongak mendengar penuturan Donghae. Sahabat. Ya, dari dulu sampai sekarang laki-laki itu memang hanya menganggapnya sebagai sahabatnya, tak pernah lebih dari itu. Paling-paling hanya sebatas adik dan kakak. Donghae yang akan membela Jessica jika ada seseorang yang menyakiti gadis itu.

“Donghae, aku.. aku tidak bisa,” jawab Jessica ragu.

Waeyo?” Donghae mngernyit.

“Aku.. aku takut pada appa,” ucap Jessica berbohong. Ia tak mungkin juga mengatakan bahwa ia mencintai laki-laki itu di saat seperti ini. Yang ada Donghae malah akan membencinya dan ia tak akan mau nasibnya nanti seperti itu.

Donghae menghela napas panjang, lalu melepaskan genggamannya, “baiklah kalau begitu. Biar aku saja yang mencari cara untuk lepas dari perjodohan ini,” ucap Donghae sembari menerawang ke depan. Jessica menunduk.

“Jess?”

“Ya?”

“Besok aku akan ke Korea. Menemui Yoona dan mungkin aku akan segera melamarnya di sana tanpa sepengetahuan appa dan aku akan langsung menikahinya,” ucap Donghae yang jelas membuat Jessica sakit. Sangat.

“Ya, semoga berhasil. Aku.. aku selalu mendukung semua keputusanmu.”

+

“Ayahmu tidak tahu jika kau akan pergi ke Korea sekarang?” tanya Jessica sembari menoleh ke arah Donghae yang berdiri di sampingnya, sibuk meneliti tiket pesawat dan paspor-nya.

“Tidak. Jika aku memberitahunya, ia akan menyuruh anak buahnya menjemputku di sini dan mengurungku di rumah,” Donghae mendongak, lalu menoleh ke arah Jessica, “dan mungkin aku di kurung sampai hari pernikahan kita.”

Jessica tersenyum tipis, “tapi itu takkan terjadi,” Donghae melanjutkan, membuat senyuman Jessica langsung musnah, “karena aku akan membatalkan semua ini dan menikah dengan Yoona.”

“Hae-ya, sepertinya kau harus masuk sekarang,” ucap Jessica mengalihkan pembicaraan. Laki-laki itu melirik jam tangannya kemudian mengangguk cepat.

“Baiklah. Jaga dirimu baik-baik di sini, Jess. Aku menyayangimu,” Donghae mengusap puncak kepala Jessica sebentar sebelum akhirnya memeluknya erat dan mengecup puncak kepala gadis itu.

“Cepat.. kembali..” ucap Jessica tersendat sembari menghapus air matanya yang baru beberapa detik lalu jatuh.

“Ya, aku janji akan kembali kemari setelah aku menikah dengan Yoona,” Donghae tersenyum lebar, “do’akan aku semoga misiku berhasil,” Jessia mengangguk cepat.

“Aku selalu mendo’akanmu, Lee Donghae,” ucap Jessica berbohong. Ucapan munafik, karena ia berpura-pura tegar meskipun dalam hati ia jelas menolak itu matang-matang. Hatinya tak membiarkan Donghae pergi, tapi mulutnya berdusta mengatakan bahwa ia tak akan apa-apa.

Bye..” Donghae tersenyum, lalu berbalik menuju pintu keberangkatan.

Jessica menatap punggung yang mulai menjauh tersebut, menghapus air matanya kasar dan mendadak ia sangat marah dengan dirinya sendiri. Ia ingin berlari, mengejar Donghae dan menahannya untuk tidak pergi.

Gadis itu menggigit bibir bawahnya, ia sangat tidak rela laki-laki itu pergi untuk melamar gadis lain. Laki-laki itu adalah suaminya kelak yang sudah tertulis jelas di takdir dan ia takkan melepaskannya begitu saja.

“DONGHAE!” entah karena apa, Jessica berteriak, lalu berlari cepat ke arah Donghae saat laki-laki itu menghentikan langkahnya dan berbalik, menatap Jessica bingung.

“Jangan pergi..” ucap Jessica sembari memeluk laki-laki itu erat. Membiarkan air matanya tumpah di bahu Donghae. Laki-laki itu kebingungan, namun pada akhirnya ikut membalas pelukan Jessica.

“Kau kenapa, Jess? Kenapa kau menangis? Ada apa?”

“Jangan pergi, ku mohon. Jangan tinggalkan aku..”

“Kau ini sebenarnya kenapa?”

“Donghae-ya.. ku mohon jangan pergi. Jangan buat perjodohan kita batal. Aku tidak mau hal itu terjadi,” Donghae semakin bingung, mulutnya mengatup rapat, “aku.. aku mencintamu, Donghae-ya..”

Mata Donghae membelalak, menatap puncak kepala Jessica kaget, kemudian melepas pelukan Jessica paksa. Gadis itu menunduk, menghapus air matanya lalu mendongak menatap wajah Donghae yang masih terlihat kaget.

“Kau— kau— sejak kapan kau menyimpan perasaan seperti itu?”

Jessica menggeleng, “aku— aku tidak tahu,” jawabnya. “Tapi ku mohon, jangan pergi, Donghae-ya. Aku mencintaimu jauh sebelum kau bertemu dengan Yoona.”

Donghae menggeleng tegas, “ini salah, Jess. Kau sahabatku. Seharusnya kau tak menyimpan perasaan seperti itu untukku.”

“Aku tahu, aku tahu ini semua salah. Tapi ku mohon, ini sudah terlanjur. Jangan pergi. Aku tak mau perjodohan ini hancur.”

“Tidak. Aku tidak bisa, Jess. Maaf,” Donghae berbalik, berjalan cepat menuju pintu keberangkatan, membuat Jessica berjalan cepat mengikutinya sembari memanggil-manggil laki-laki itu dan memohon padanya untuk tidak pergi.

YA! DONGHAE-YA!”

Dua penjaga itu menahan Jessica untuk tidak masuk, “selain penumpang tidak boleh masuk, nona,” ucap salah satunya yang akhirnya mendapat tatapan tajam Jessica.

“Tidak. Aku harus menemui laki-laki itu,” ucap Jessica sembari berusaha melepaskan cengkraman dua orang penjaga itu. “LEE DONGHAE! KU MOHON JANGAN PERGI!” punggung Donghae terlihat semakin jauh di mata Jessica, “LEE DONGHAE!”

+

“LEE DONGHAE!”

Jessica terbangun dari tidurnya. Keringat membasahi keningnya. Lagi-lagi ia memimpikan kejadian yang terjadi beberapa bulan lalu. Gadis itu menyeka keringatnya, dan menolehkan kepalanya ke arah Donghae yang masih terbaring di atas ranjang.

Jessica merapikan bajunya, lalu bangkit dari sofa yang tadi ia gunakan untuk tidur. Gadis itu berjalan pelan menuju Donghae. Hendak meraih tangannya dan bersamaan dengan suara ketukan pintu yang membuatnya menoleh.

Tok. Tok. Tok.

Jessica menatap jam dinding yang tertempel di kamar inap tersebut. Pukul delapan malam.

Gadis itu berjalan perlahan menuju pintu, memutar kenopnya dan terkaget menatap dua orang yang berdiri sembari tersenyum di hadapannya setelah pintu berhasil terbuka.

“Kyuhyun-ah? Yoona-ya?”

+  +  +

Kona Beans Café..

Eunhyuk mengaduk cappucino-nya sembari menunggu Sooyoung berbicara padanya. Laki-laki itu terus-terusan menatap Sooyoung di hadapannya yang sekarang tengah mengetukkan telunjuknya di atas meja.

“Jadi, apa yang ingin kau bicarakan, Young-ah?” tanya Eunhyuk. Sooyoung mendongak lalu menghela napas panjang.

“Begini, aku sangat penasaran dengan siapa pengemudi sedan hitam yang tempo hari berniat menabrakku. Aku—”

“Kau meminta bantuanku untuk mencari tahu siapa orang itu?”

Sooyoung menunduk, namun kemudian mengangguk meng-iya-kan apa yang Eunhyuk katakan. Gadis itu kembali memainkan telunjuknya, “bagaimana? Apa kau mau membantuku mencari tahu siapa orang itu?”

Eunhyuk tersenyum lalu mengangguk, kembali melebarkan senyumannya sebelum ia berkata, “as your wish. Apapun yang kau minta, aku akan membantumu dengan senang hati, Sooyoung-ah.”

+  +  +

“Percepat jalanmu, nona Seohyun,” ucap laki-laki itu sembari memutar kepalanya ke belakang, menatap Seohyun yang berjalan dengan malas. “Ish, apa perlu ku gendong? Kau lama sekali.”

Seohyun mendongak, menatap laki-laki itu, “Ya! Oh Sehun! Bisakah mulutmu itu diam?! Berisik sekali!”

Sehun tersenyum tipis, lalu melipat kedua tangannya di depan dada. Sesaat, ia berpikir sebentar saat Seohyun sudah berdiri tepat di sampingnya.

“Hmm.. baiklah, Seohyun-ah, sekarang kita akan pergi ke—”

Ya! Ke mana lagi? Aku sudah menemanimu berbelanja keperluan bodohmu itu dari pagi tadi hingga malam seperti ini! Sekarang mau ke mana lagi?” Seohyun mengeluh. Mengerucutkan bibirnya.

Sehun tersenyum tipis, “ke taman hiburan. Lagipula besok masih hari libur. Lelah sedikit tak apa, kan?”

“Tidak mau!”

“Baiklah.. jangan salahkan aku jika besok mahasiswa sekampus tahu bahwa kau yang sengaja menabrak Sooyoung waktu itu,” Seohyun melotot. Sedangkan Sehun hanya tersenyum lebar. Sejujurnya ia tak pernah memanfaatkan sebuah rahasia untuk menjadi ancaman. Tapi biarlah, demi untuk mendapatkan gadis yang mencuri hatinya tersebut.

“Aish. Baiklah, aku akan ikut denganmu. Puas kau?”

“Kekeke, tentu saja aku puas. Kajja!”

+  +  +

Seoul International Hospital..

“Jessica-ssi, aku…,” Jessica menatap Yoona yang menunduk di hadapannya. Di samping Yoona ada Kyuhyun. “Aku…,” Jessica kembali mengernyit mendengar suara Yoona. Ia sangat penasaran dengan ucapan Yoona yang terhenti-henti itu.

Kyuhyun menatap Yoona sebentar, lalu berbalik menatap Jessica, “Yoona ingin meminta maaf padamu,” ucapnya sembari menepuk pelan punggung Yoona, membuat gadis itu sontak mendongak dan menatap Kyuhyun sebentar lalu beralih pada Jessica.

“Meminta…, maaf?” ucap Jessica tak percaya. Yoona mengangguk, sedangkan Jessica langsung tersenyum, kemudian tertawa kecil, membuat Yoona dan Kyuhyun mengenyit. “Kau tak memiliki salah apapun padaku, Yoona-ssi. Dan tak seharusnya kau meminta maaf padaku. Tak ada hal yang perlu di maafkan.”

“Ta- tapi—”

Jessica tersenyum, “sudahlah. Aku hanya menganggap sikap kasarmu padaku waktu itu angin lalu. Tak perlu di ungkit-ungkit lagi,” Yoona tersenyum lebar dan sedetik berikutnya gadis itu memeluk Jessica erat.

“Terima kasih, terima kasih. Kau adalah wanita terbaik yang pernah ku kenal,” ucap Yoona sembari mengeratkan pelukannya, Jessica membalas pelukannya. “Aku.., hanya minta satu hal padamu. Jaga Donghae dengan baik. Jaga oppa-ku dengan baik. Aku hanya yakin bahwa hanya kau gadis yang baik untuk Donghae. Aku mempercayakan Donghae padamu, dan aku bisa menjamin Donghae akan bahagia bersamamu.”

+  +  +

Kali ini Kyuhyun duduk di bangku salah satu café elite milik sepupunya, Choi Minho. Laki-laki itu menyesap cokelat hangatnya lalu mendongak menatap Minho dan Jiyeon –kekasihnya— yang duduk di hadapannya.

“Jadi, ada hubungan apa kau dengan Yoona?” tanya Kyuhyun pada Jiyeon.

Jiyeon mendongak, matanya menerawang jauh, “Yoona-eonni.. dia teman kecilku. Ayahnya dan ayahku bersahabat. Rumah kami bersebelahan. Aku sudah delapan tahun mengenal baik sosok Yoona-eonni. Ia seseorang yang sudah ku anggap sebagai kakakku. Aku anak tunggal, dan dia tahu itu. Maka dari itu, Yoona-eonni selalu menemaniku, bermain atau berjalan-jalan denganku. Ia akan membelaku mati-matian jika ada temanku yang berlaku jahat padaku.”

Kyuhyun dan Minho tampak menahan napas mendengar cerita Jiyeon.

“Umurku dan Yoona-eonni hanya beda dua tahun. Saat itu, saat Yoona-eonni berumur enam belas tahun, ia kehilangan ibu dan kakaknya. Entah karena apa, tapi di hari meninggalnya ibu dan kakaknya, Im-ahjussi dan Yoona-eonni langsung pindah ke Jepang. Aku tahu Yoona-eonni pasti sangat terpukul. Tapi aku juga merasakannya. Aku kehilangan Yoona-eonni sejak saat itu. Aku merindukan sosoknya.”

Jiyeon menunduk, lalu mendongak lagi, “sampai akhirnya ayahku bercerita bahwa keluarga Yoona-eonni memiliki masalah dengan keluarga Cho entah apa itu namanya karena dendam di masa lalu. Aku tidak tahu pasti siapa kelurga Cho yang beraninya menyerang keluarga Yoona-eonni dan menembak mati ibu dan kakak Yoona-eonni.”

“Ya, mungkin yang salah Im-ahjussi. Tapi kenapa mereka menembak Im-ahjumma dan Jiyoon-eonni? Menurutku, jika mereka mau membalas dendam, seharusnya mereka menembak Im-ahjussi, bukan Im-ahjumma dan Jiyoon-eonni.”

“Tapi pada akhirnya Yoona-noona menembak mati istri keluarga Cho itu,” ceplos Minho yang membuat Kyuhyun melotot, sedangkan Jiyeon langsung menatap aneh Minho. “Eh—”

“Minho-oppa, kau tahu dari mana?” tanya Jiyeon bingung.

“Dasar Minho bodoh,” umpat Kyuhyun dalam hati.

“Eh- itu aku—”

“Aku yang menceritakannya pada Minho. Lagipula aku tahu itu dari Yoona. Ku pikir dengan aku memberitahu Minho, suatu saat Minho bisa membantuku untuk memusnahkan keluarga Cho itu,” jelas Kyuhyun yang membuat Jiyeon mengangguk.

“Eh, tapi…” gadis itu menatap aneh Kyuhyun, “Kyuhyun-oppa, aku baru ingat bahwa margamu adalah ‘Cho’. Apa mungkin kau…,” Jiyeon tampak menyipit, sedangkan Kyuhyun tampak menegang. Laki-laki itu mengetukkan telunjuknya di meja, berusaha mencari jawaban.

“Haha. Tak perlu tegang begitu, oppa. Aku yakin keluarga Cho yang bermusuhan dengan keluarga Im itu bukan keluarga Cho-mu. Masih banyak Cho-Cho di luar sana,” jawab Jiyeon bercanda yang membuat Kyuhyun menghela napas lega.

“Aneh-aneh saja kau. Jelas mana mungkin keluargaku. Ck,” Kyuhyun tersenyum tipis, laki-laki itu menatap Minho yang kemudian mengedipkan sebelah matanya pada Kyuhyun, memberi kode bahwa semuanya sudah aman. Identitasnya aman.

HELLO, SEMUANYA!”

Ketiga orang itu menoleh bersamaan ke arah Yoona yang tiba-tiba datang kemudian duduk di samping Kyuhyun. Menyeruput cokelat panas Kyuhyun hingga habis setengahnya.

Kyuhyun tersenyum, lalu merangkul bahu Yoona, merapikan anak rambut Yoona dan menyampirkannya di belakang telinga gadis itu. “Kau tampak sedang senang. Apa ada suatu hal yang terjadi padamu, sayang?” tanya Kyuhyun. Yoona menoleh sembari tersenyum lebar, lalu mengangguk.

“Apa?” tanya Kyuhyun sembari mengangkat cangkir cokelat panasnya lalu meniupnya sebentar. Kemudian menyeruputnya.

“Donghae bangun dari komanya!”

Kyuhyun tersedak, sedang matanya membelalak. Begitu pula dengan Minho. Kyuhyun segera menaruh lagi cangkirnya, lalu menatap Yoona tegang, sama dengan Minho. Sedangkan Jiyeon tampak serius memperhatikan tingkah aneh Minho dan Kyuhyun.

“Kau bicara apa tadi? Coba ulangi,” ucap Kyuhyun.

“Donghae bangun dari komanya!”

T O  B E  C O N T I N U E D

.

Baa! *lompat dari tebing* Udah berapa lama nih aku nggak ngepost FF? Haha, pasti lama banget ya. Maaf, aku lama nggak ngepost gara-gara kepaksa harus mondar mandir ke rumah sakit, karena yah.. aku habis kecelakaan, huwooo ;A;  Ini aja juga baru sembuh. Badan pada lecet sama di jahit lima -___- Besok juga mesti harus ke dokter lagi buat ngecek bagian yang di jahit ini. Doain semoga cepet kelar ya. Dan jadinya aku nggak lagi harus nyium bau-bauan rumah sakit lagi ;A;

Oh ya, ada yang minat FF baru? Judulnya Lost In Love terinspirasi dari laguna Tiffany ft Taeyeon. Kalo pada minat nanti aku post teasernya :)

About these ads

118 thoughts on “(10TH) TARGET : The Memory

  1. bgung mau coment apa,,
    ini first comentku buat ff ini,,hehe
    wahh daebak,,
    sjujurnya agk bgung klwarga cho itu interpol ya?ato juga sma2 jahat,,yg slah sbenernya cho ato im? Lanjutt ya, klo antagonis jgan dikasih yg enak2 donk..yoong unnie jgan dibkin menderita y,,next part mnding yoong udh tau smwanya ajj, lbih cpat lbih baik..sok deg degan klo bca ff ini..
    @dellasvega

  2. akhirnya…… d post jga….,
    iyaa… smoga cpet sembuh,
    aq berminat buat bca ff barunya, d tunggu yaa,,,
    hmm…., klo donghae siuman trus gmana yaa….?
    lanjut…….. jngan lma;” ff lainnya jga yaa….

  3. yeayyy akhirnya setelah menunggu hingga lumutan*eh nih ff keluar juga butuh seminggu dua minggu bahkan sebulan buat nunggu satu ff di blog ini aihhh lama kali*lebay* tapi daebakkk thor….

  4. author kecelakaan????
    ya tuhan… semoga author cepat sembuh, sehat kembali,
    disaat seperti itu author masih menyempatkan diri menulis ff, daebakkkk!!!
    author emang top bgt dah…

    ceritanya makin seru nih… Apa Kyu tega ya membunuh Yoona???
    jangan sampe deh…

    tetap ditunggu lanjutannya…

  5. keren thor, akankah donghae akan membuka kedok cho kyuhyun ?? next ffmu yang lain jangan lama lama. Itu si seo kenapa ogah ogahan sama sehun *mending buat aku sehunnya* PLAK!! <— Abaikan. mau thor ff barumu kebetulan itu lagu favoriteku akhir akhir ini, oh iya cepet sembuh ya thor aku mendoakanmu ^^

  6. Chinguuuuu.. Ad dengamu..knpa bsa kecelakaan,.. Smoga cepet smbuh ya… Comment buat ffmu cuma satu.. DAEBAK.. q bingung mw komen ap.. Chingu Seohyun jngan d bkin antagonis y..? Ga co2k sm mukax..hehe n sbnerx Kyu it bneran ska ga sih sm YoonA.. .. Smoga permasalhanx cpet kelar lah n Happy ending buat KyuNa.. Deg2′n tw setiap bc ni ff.. D tunggu lnjutanx ya chingu, jngan lm2 n FF lain jga.. Semangaaaaatttt…..

  7. Chinguuuuu.. Ad dengamu..knpa bsa kecelakaan,.. Smoga cepet smbuh ya… Comment buat ffmu cuma satu.. DAEBAK.. q bingung mw komen ap.. Chingu Seohyun jngan d bkin antagonis y..? Ga co2k sm mukax..hehe n sbnerx Kyu it bneran ska ga sih sm YoonA.. .. Smoga permasalhanx cpet kelar lah n Happy ending buat KyuNa.. Deg2′n tw setiap bc ni ff.. D tunggu lnjutanx ya chingu, jngan lm2 n FF lain jga.. Semangaaaaatttt…

  8. Yah author akhirnya di post juga :D , ceritanya makin buat penasaran aja !
    Mau dong thor ff Lost In Love :D

    oh ya thor GWS ya, moga luka nya cepet membaik :) hwaiting !!!

  9. semoga kyuhyun gak jdi blas dendam sama yoona..
    mkin deg-degan nggu lnjutannya..
    semogacpaty sembuh ya…
    dtggu part 11nya dan ff barunya.. :-)

  10. Lanjut chingu… Keren cerita x….
    Kecelakaan?? Moga cpt smbuh Чα”̮.. Chingu…
    Kapan yoong tau klo kyuppa ♏αŭ balas dendam??

  11. Hiyaaa… Akhirnya update juga XD
    Seneng pas Yoong eonnie bilang “Donghae bangun dari komanya!” Hahiy! Rasain tuh Kyuppa!(?) Buahahahahaha *evil laugh* *plak..
    Kyuppa nya kapan suka nih sama Yoong eonnie? Biar impas sama sama sakit haha-_-V
    itu kenapa Seo eonnie nabrak Soo eonnie?.-.
    Wait! Ada momment SeoHun? O.o
    Kecelakaan Van? Wai, cepet sembuh ya.. Amin! :O
    Mau ada FF baru? :O Ditunggu aja deh..
    Oiya, aku masih nunggu Oppositionnya~
    Oke, lanjut lanjut.. Fighting!’-')9

  12. Aku mau yang vampir ituuu thorrr;3
    alurnya rada ngebingungin tapi keren!!!
    WGM nya lanjut juga thorrrr
    Terus ini mau di perejlas lagi thor:3 gakuat kalo yoona nya terus tersakiti *eyakkkk

  13. wah daebak….
    bingung yang sebenarnya salah itu keluarga cho atau keluarga im.???
    nge post nya jangan lama-lama yah eon.??
    terus cepat sembuh aja biar bisa cepat nge postnya…
    fighting…!!!

  14. hyaaaaa! mamam tuh Kyu si Donghae bangun. siap2 kebongkar deh. Kyu kenapa evil banget masyallah ;;A;;
    FF baru? mauuuuuuuuuu.
    eh kamu kecelakaan apa beb? get well soon laaaa~

  15. huaaa..kaya’a bkal lama bgd ini ff,,dr kemarin konflik yoona-kyuhyun blum muncul
    aq msih harus nebak2 ada hubungan apa kyuhyun ma sica,
    lnjutin chingu…

  16. Buahahahahahahaahaha…

    Finally!! Donghae Bngun, Hmm, Rasain tuh Kyuhyun siap2 Rhasiax Terbongkar!! Buahahahaha….. Aku Jd dkung, Donghae! Biar tau rasa nooh.. Kyuhyun!! Aduuh, Mkin seru ajaa, dan bkin Deg2 kan!! Slanjutx Cpat ya author!!

    Waduh, Aothor Kcelakaan,nanti aq bkal brdoa, smoga Author cpt smbuhh..^^!!

    SemangKaaaa…

    Semangaaaatt.. Kakaaa..!!!

  17. Penasaran sm persaan nya kyuhyun sebenrnya -__- dia pura2 , apa bener2 suka sih ..
    So sweet bener sih sm yoona , berantem2 nya lucu ..
    Nah jiyeon uda ngerasa aneh tu ,
    Makin seruu aja thor , ditunggu lanjut nya :D
    Moga cepet sembuh yaaa thor ..

  18. Keren keren, aku harap konfliknya lebih cetar membahana dan yang episode selanjutnya di postny jangan kelamaan yaaa author ,,
    GWS author, aku turut sedih :(

  19. Get well son ya thor…Jangan-jangan author kecelakaan lagi galau ya??
    *Just Kidding..
    Thor ditunggu Teaser FF barunya.Lanjutin lagi FATE-nya ya thor…HWAITING….Sekali lagi cepat sembuh ya thor…Aku manggil Author eonnie aja ya,kayaknya umur author lebih tua dari aku…Oke segitu dulu… :D

  20. Ini Kyu-nya masih abu abu -.-. Kapan suka ama Yoona, kyu? Ckk ~ Yoona unnie udah suka beneran lagi.
    Ehh Donghae bangun? Wkk kebongkar deh tu rahasia, berharap happy ending *.* Amin ~
    Cepet sembuh ya thor,
    ~~Ff baru boleh tuh, nexxxttttt

  21. daebak thorr…..bkin pnsaran crtanya…
    Keep writting….
    .jdi pgn tau FF brunya…
    Oy,, cpet smbuh yh chingu….
    Fighting….

  22. daebaaakk…. ditunggu lanjutannya eonni… eonni sakit apa? kecelakaan kah? *sotoy* GWS eonni…….

    Aaaa….
    WGM nya ditungguu! Seru lho eonni..
    Dan ah,.ini ff yang terpanjang, mengalahkan part nya RING…. ㅋㅋㅋㅋㅋ

  23. yeeea… daebakk thor…^^
    bguz nie dibuat sinetron, hehehe :)
    O iy, dr awal smpe part ini kok gak dijelasin secara detail kejadian penembakan 5th silam, masalah antara Im Kangta & Cho Jungil???
    Ditunggu next chapt nya thor, jgn lama2,, keep writing!!!

  24. Yee Donghae sadar!! Hanya donghae tumpuan YoonA kalo dia masih mau hidup. Donghae yang tau semua kbenarannya. Dan Kyuhyun, aku yakin kalo dalam hati ada secuil perasaan buat YoonA. Gak seharusnya dia dendam, toh nyawa udah terganti nyawa u/ apa dibalas nyawa lagi? Masing2 udah kehilangan~

    Next chapternya ditunggu thor~

  25. Uwaaahhh…. Daebak thor..!!

    Semoga aja happy ending.. Amiin

    Di tunggu kelanjutannya.. Jgn lama lama yah thor…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s